Posted by aant on May 30, '07 12:35 AM for everyone
Sewaktu mengandung anak kedua kami, istriku sempat di USG beberapa kali. Dokter yang menanganinya menyatakan bahwa calon bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, dan akan lahir pada tanggal 9 Februari 2005. Seorang Paranormal yang ketemu secara kebetulan, juga meramalkan hal yang sama. Aku rasa, istriku sangat senang dengan pernyataan dan ramalan itu, sebab sepertinya dia memang mendambakan anak ke dua ini berjenis kelamin perempuan, sebab anak kami yang pertama laki-laki. Aku sendiri tidak terlalu berharap soal jenis kelamin, bukannya tidak percaya teknologi atau klenik, melainkan karena aku  masih terngiang kata-kata yang jaman dulu sering diucapkan oleh Soeharto “laki-laki atau perempuan sama saja…” Ya, hanya kalimat itu yang sungguh aku ingat dan percaya dari mantan presiden yang satu ini. Meski begitu, aku kemudian  memang menyiapkan nama anak perempuan buat anak kedua kami itu. Nama yang aku pilih adalah “Lava Meravi” Bagiku, dari rasa bahasanya, nama ini terdengar cukup feminim, tetapi dari maknanya terasa maskulin. Aktivitas gunung Merapi yang kala itu sedang aktif memang menjadi inspirasi untuk menemukan nama tersebut. Selain itu aku juga menyiapkan alternative nama yang lain yakni “Nyala Rinjani”, pertimbangannya hampir sama dengan nama yang pertama, hanya saja  inspirasi Rinjani aku dapatkan ketika akau sempat ke Pulau Lombok pada fase tigabulan pertama Hydra dalam kandungan.

Tanggal 8 februari 2005, sekitar jam 23.30, istriku merasa bayi kami akan segera lahir. Bergegas kami berdua menuju RSI Condongcatur, yang berjarak hanya kurang lebih 2 km dari kediaman kami di Minomartani.  Waktu itu, mertuaku yang tinggal di Jawa barat juga sudah ada di rumah kami beberapa hari yang lalu dalam rangka menyongsong kelahiran cucunya itu. Akan tetapi sang mertua terpaksa tidak bisa langsung ikut ke rumah sakit saat itu karena harus menunggui anak pertama kami Divka yang sedang tertidur pulas di rumah.

Pukul 02.20 tanggal 9 Februari 2005, lahirlah si jabang bayi, secar normal dan sehat dengan berat 3,2 kg, dan berjenis kelamin Laki-laki!

Hari lahir Hydra, dalam penanggalan Arab adalah hari terakhir untuk tahun Hijriah, tetapi dalam penanggalan Cina bertepatan dengan  hari pertama tahun baru atau Imlek. Menurut beberapa orang tetangga, itu adalah hari yang baik. Memang tetangga kami besar sekali perhatiannya pada kelahiran Hydra. Beberapa Ibu-ibu dengan antusias memberi masukan tentang bagai mana cara memperlakukan ari-ari. Ari-ari itu  dibersihkan dengan air, lalu di masukan kedalam wadah dari tembikar, di dalamnya dimasukan pula garam, jarum, pensil, dan beberapa pernik lain, lalu dikuburkan di halaman belakang.   Pada malam hari tempat ari-ari dikebumikan itu diterangi lampu. Aku dan istriku tidak terlau mengerti makna dalam perlakuan tersebut, maklumlah kami bukan orang Jawa dan sebenarnya tidak terlalu konsern  serta belum banyak pengalaman untuk hal-hal yang beginian. Kami hanya menuruti saja saran dan  inisiatif para tetangga, terutama ibu-ibu. Mereka  juga yang membantu menyiapkan banca’ak dan bubur merah-putih.  Banca’an yang berupa nasi gudangan dan dilengkapi telur rebus dan buah pisang di bagi-bagikan pada anak-anak, sedangakan bubur merah-putih itu sebagian diletakkan di kamar si bayi dan sebagian lagi diletakkan di dekat ari-ari yang dikebumikan.

Beberapa hari kemudian kami juga mengirimkan paket makanan kotak ala kadarnya kepada para tetangga, sekedar ucapan terimasih dan mohon doa restu untuk si anak tersebut.

Menurut kalender Cina, Anak kedua kami ini lahir pada tahun Ayam dengan unsur Air. Jadi Shionya Ayam Air. Sementara secara Astrologi, bintangnya Aquarius, Air juga. Itulah yang kemudian menginspirasiku untuk menamainya Hydra, Lengkapnya Re Hydra Al klautsar. Al Kautsar itu diambil dari judul salah satu surat pendek dalam Al Quran,  yang berarti “limpahan kebahagiaan”.


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help