Odong-odang, begitulah orang-orang menyebut alat bermain anak-anak ini. Sebenarnya alat ini adalah sebuah becak yang di modifikasi, di mana tempat duduk penumpangnya dirombak sedemikian rupa dengan diganti empat buah motor-motoran atau mobil-mobilan kecil. Setiap motor-motoran atau mobil-mobilan itu dibagian bawahnya ada semacam poros yang terhubung dengan gigi roda yang digerakkan oleh rantai yang terhubung dengan pedal becak. Dengan demikian, motor-motoran itu dapat begoyang berlahan naik turun seiring kenjotan si Bapak tukang odong-odong. Alat ini juga dilengkapi dengan tape recorder yang mengalunkan lagu-lagu anak-anak. Satu kali durasi lagu menandakan permainan selesai, dengan ongkos satu putaran Rp 500,-.
Akan tetapi Hydra seringkali mendapat diskon dari si Bapak tukang odong-odong. Kadang-kadang hanya dengan membayar 1000, Hydra bisa naik odong-odong sampai empat lagu, mungkin karena sudah langganan, karena odong-odong ini paling sedikit dua kali dalam seminggu datang ke kompleks perumahan kami di Minomartani