Namanya Chairul Anwar, umur belum lagi empat tahun. Tapi dia sudah merasakan panasnya peluru tajam milik anggota marinir yang menyerbu desa mereka Alas Tlogo, hari Kamis 31 Mei yang lalu. Entah apa yang kini terlintas dalam benak anak yang sedang sekarat itu. Mungkin dia tidak memikirkan apa-apa, bahkan mengertipun tidak tentang benda yang kini bersarang di dada kirinya yang membuat dia sesak nafas dan nyeri ketika harus menggerakan tubuh sedikit saja. Yah, Apalagi berfikir tentang sengketa tanah yang melibatkan tentara brutal itu.
Aku membayangkan, pada usia segitu, ketika sedang sakit aku sering berfikir tentang SuperHero. Mungkin kini Chailrul Anwar juga sedang bermimpi tentang salah satu Superhero idolanya.
SuperHero memang gampang diingat karena mereka selalu mengenakan kostum menarik bergaya “futuristik” dengan warna-marna kuat dan tajam, yang mengesankan kegagahan. Selain itu, setiap superhero selalu memiliki logo yang khas, seperti stempel yang mensahkan keberadaan mereka.
Waktu aku seusia Chairul Anwar, aku sempat membayangkan bahwa tentara yang berseragam tempur itu mirip superhero juga.
Dengan kostum dan logo tersebut, superhero ingin menampilkan sekaligus menyembunyikan sesuatu ke khalayak. Yang ingin mereka tampilkan bahwa sebagai superhero mereka adalah pembela kaum lemah, sementara yang ingin mereka sembunyikan adalah bahwa sebenarnya mereka pun memiliki “masalah pribadi”, sama seperti kaum lemah yang dibela itu. Batman memiliki trauma masa kecil dan sebenarnya sangat takut pada kelelawar. Spiderman punya masalah dengan sahabat yang kemudian menjadi musuh besarnya. Dan yang selalu ada dalam setiap kisah super hero, mereka mencintai seorang perempuan! Ini sangat pribadi dan menjadi serba pelik karena sangat berpengaruh pada tugas-tugas ke-superhero-an mereka yang harus terbungkus topeng itu.
Akan tetapi, apakah sebenarnya “masalah pribadi” tentara-tentara yang menyerbu Alas Tlogo itu? Sebesar apakah kepentingan “pribadi” kesatuan mereka sehingga mereka harus membunuh orang-orang lemah yang seharusnya dilindungi itu? Sulit memang untuk mengharapkan tentara-tentara untuk mau berfikir tentang hal itu.
Semoga Chairul Anwar cepat sembuh, dan aku yakin pengalaman ini kelak akan membuat dia dan banyak orang akan berfikir tentang banyak hal.